Corporate News & Events

News

03 March 2010

Lippo Klaim Kemang Village Ramah Lingkungan

Bisnis Indonesia (3/3) - Lippo Group menjamin pengembangan proyek superblok Kemang Village di Jakarta Selatan tidak membanjiri lokasi sekelilingnya karena sudah disiapkan desain pembangunan yang ramah lingkungan dengan dukungan sistem penyerapan air hujan.

 

Proyek properti perkotaan seluas 15,5 hektare itu sudah memasuki kegiatan tutup atap tiga menara apartemennya yang dikembangkan di antara beberapa proyek yang tengah dibangun dengan total nilai proyek mencapai US$1,3 miliar.

 

Chairperson Lippo Group James Riady mengatakan Kemang Village merupakan proyek eco development dan green building yang sudah memperhitungkan resiko lingkungan terhadap kawasan sekitarnya, sehingga keberadaannya tidak menjadi sumber masalah, terutama soal kekhawatiran limbahan banjir dari proyek tersebut.

 

"Kami mengharapkan proyek ini bisa memberi kontribusi positif bagi pencitraan Ibu kota. Kawasan ini akan menyumbang lingkungan hijau dan ramah lingkungan bagi Jakarta," katanya saat peresmian tutup atap proyek apartemen Kemang Village itu di lokasi proyek itu, hari ini.

 

Hadir dalam kesempatan itu, Menpera Suharso Manoarfa, Menpora Andi Malaranggeng, Komisaris PT Lippo Karawaci Tbk Tanri Abeng, dan Surjadi Sudirdja.

 

Lebih jauh, menurut James, pihaknya berencana mengupayakan sertifikasi standar ramah lingkungan bagi proyek itu agar konsep yang dikembangkan bisa lebih terukur dan menyakinkan banyak pihak.

 

Dia menambahkan hal itu sangat baik karena proyek itu dikembangkan dengan standar properti internasional dengan keseluruhan luas proyek mencapai 15,5 ha dengan cakupan pengembangan terdiri dari tujuh menara apartemen, sekolah internasional, hotel, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit internasional yang diperkirakan menelan investasi US$1,3 miliar.

 

Menteri Perumahan Rakyat meminta pengembang Kemang Village juga memikirkan pengelolaan lalu lintas keluar komunitas di kawasan itu sehingga tidak menggangu moblitas di luar.

 

Menurut dia, intraksi moblitas kawasan itu dengan kawasan di luarnya perlu ditangani karena dengan jumlah komunitas yang cukup besar yang akan berdiam di Kemang Village akan menimbulkan tekanan lalu lintas yang cukup besar bagi akses di luar.

 

Selain itu, James Riady mengatakan proyek Kemang Village tetap berjalan sesuai rencana sehingga komitmen yang telah dibuat dengan calon pembeli akan dapat dipenuhi.

 

Manajemen Kemang Village mengklaim sudah berhasil meraih penjualan sebanyak 730 unit apartemen atau sama dengan jumlah unit di tiga menara. Saat ini, manajemen pengembang itu juga telah memasarkan lagi dua menara lagi dengan jumlah 330 unit.

 

Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli mengatakan harga apartemen yang dijual berkisar Rp2 miliar-Rp2,5 miliar per unit dengan luas di atas 100m2. (wiw) Irsad Sati

ia (3/3) -

 

ˆ Got to top