Bangun Budaya Kerja Progresif, Komitmen LPKR Terhadap Pengembangan Karyawan

25/08/25

Jakarta, 25 Agustus 2025 – PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), platform real estat dan layanan kesehatan terdepan di Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap sumber daya manusia (SDM) sebagai aset paling strategis dalam mendukung keberhasilan bisnis jangka panjang.

Menyadari peran krusial karyawan, LPKR terus menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adil, dan mendukung pengembangan potensi individu. Perusahaan memprioritaskan kesejahteraan, keselamatan, serta pertumbuhan profesional setiap karyawan guna memastikan bahwa setiap individu berkembang, tidak hanya sebagai bagian dari organisasi, tetapi juga sebagai pribadi yang unggul.

Dalam upaya membangun organisasi berbasis talenta, LPKR mengadopsi pendekatan pembelajaran berkelanjutan yang dipersonalisasi melalui platform digital. Modul pelatihan dirancang untuk mencakup keterampilan teknis dan non-teknis, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing individu menggunakan analisis data yang terus diperbarui.

Pelatihan wajib tahunan pun tetap menjadi prioritas. Seluruh karyawan mengikuti pelatihan mengenai kode etik, kebijakan internal, prinsip tata kelola, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing), hingga perjanjian kerahasiaan (NDA) yang semuanya disampaikan secara praktis melalui sistem pembelajaran digital perusahaan. Di akhir pelatihan, setiap peserta wajib mengonfirmasi pemahaman mereka terhadap seluruh pedoman dan kebijakan perusahaan.

Selama tahun 2024, karyawan LPKR mencatatkan total 48.089 jam pelatihan, dengan rata-rata 16 jam per karyawan. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang mendukung kinerja saat ini dan pertumbuhan karier jangka panjang.

CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan pentingnya metode pembelajaran aktif. Perusahaan menggabungkan pembelajaran digital dengan pendekatan interaktif seperti lokakarya, diskusi kelompok, hingga simulasi peran. Hal ini memungkinkan karyawan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung menerapkannya dalam konteks bisnis nyata.

John melanjutkan bahwa pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai program strategis seperti Leadership Development Program, Project Management Learning Program, Safety Response Program, hingga Continuous Improvement Program, yang semuanya dirancang untuk mendorong budaya inovasi dan efisiensi di seluruh lini bisnis LPKR.

Tentang PT Lippo Karawaci Tbk

Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.

Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.395 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 83,99% dan 62,69%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.

Bagikan ke