Komitmen LPKR Tingkatkan Keselamatan di Semua Unit Bisnis
Jakarta, 24 November 2025 – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh pemangku kepentingan. LPKR percaya bahwa tenaga kerja yang sehat dan terlindungi merupakan fondasi utama keberlanjutan bisnis.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, perusahaan menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang sepenuhnya selaras dengan praktik terbaik dan pedoman nasional, mencakup 100% karyawan maupun pekerja non-karyawan. Setiap unit bisnis diwajibkan membangun sistem K3 sesuai ketentuan hukum, sekaligus menyediakan layanan K3 yang komprehensif untuk seluruh tenaga kerja tanpa terkecuali.
Untuk memastikan penerapan yang optimal, tiap unit bisnis menunjuk petugas atau membentuk komite K3 khusus. Mereka bertugas mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, memastikan pemeriksaan keselamatan dilakukan secara berkala, hingga menyusun laporan insiden. Apabila terjadi insiden kerja, proses pelaporan dan investigasi wajib langsung diteruskan ke kantor pusat agar tindakan korektif dapat diambil secepat mungkin.
Pada tahun 2024, LPKR semakin memantapkan langkahnya melalui peningkatan kualitas pelatihan K3. Sepanjang tahun lalu, seluruh karyawan berpartisipasi dalam 3.494 jam pelatihan yang mencakup integrasi aspek K3 dalam proses orientasi, pelatihan teknis sesuai lingkup kerja, hingga penyelenggaraan simulasi evakuasi darurat secara rutin di berbagai lokasi operasional. Upaya ini memastikan setiap karyawan memiliki kesiapan menghadapi risiko maupun keadaan darurat di lingkungan kerja.
LPKR juga memperkuat kesiapsiagaan internal dengan membentuk Tim Tanggap Darurat di area perkantoran. Tim ini bertugas mengantisipasi potensi risiko sekaligus memastikan partisipasi aktif seluruh karyawan dalam proses konsultasi, komunikasi, dan pelaporan terkait keselamatan. Dengan sistem investigasi insiden yang rapi dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan, perusahaan menegaskan bahwa keselamatan tenaga kerja selalu menjadi prioritas utama.
Di tingkat grup, LPKR membentuk Komite K3 yang beranggotakan perwakilan dari seluruh unit bisnis. Komite ini berfungsi sebagai pusat koordinasi yang mengharmonikan arah kebijakan, penyebaran informasi, dan standardisasi praktik K3 di seluruh organisasi. Berada di bawah Komite ESG, struktur ini dipimpin oleh Koordinator Floor Warden dan diperkuat oleh para ahli K3 serta tim ESG dari tiap unit bisnis.
John Riady, CEO Grup Lippo Indonesia, menyampaikan bahwa komite ini memastikan praktik K3 dijalankan secara terpadu di sektor real estat, pusat perbelanjaan, perhotelan, dan layanan kesehatan. Dengan struktur yang terintegrasi dan tim K3 khusus di setiap bagian perusahaan, perusahaan memastikan bahwa manajemen keselamatan terlaksana secara konsisten dan menyeluruh.
Tentang PT Lippo Karawaci Tbk
Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.
Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.337 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 90,65% dan 57,76%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.
Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.