LPKR Fokus Keberlanjutan Melalui Bangunan Ramah Lingkungan dan Efisiensi Material

04/08/25

Jakarta, 4 Agustus 2025 — Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi. Sebagai platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, LPKR mengambil langkah nyata dalam mengurangi jejak karbon dan air, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Dalam hal ini, LPKR menyadari bahwa penggunaan material konstruksi secara signifikan berkontribusi terhadap jejak karbon perusahaan. Untuk itu, sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, LPKR terus mengupayakan efisiensi penggunaan material dan mencari alternatif yang ramah lingkungan apabila memungkinkan.

Di segmen real estat, perseroan menggunakan sekitar 175 kiloton material konstruksi, termasuk beton, baja, kaca, dan kayu, pada tahun lalu. Untuk mengurangi dampak lingkungan, LPKR mengeksplorasi berbagai inisiatif seperti prefabrikasi, daur ulang sisa material, serta mendorong renovasi rumah tanpa pembongkaran dan pembangunan baru.

CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, mengungkapkan bahwa perusahaan juga mengembangkan praktik desain berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi penggunaan material dalam pengembangan proyek.

Di samping itu, perusahaan juga berupaya untuk memperoleh lebih banyak sertifikasi bangunan hijau untuk proyek-proyek baru yang mencerminkan komitmen terhadap praktik konstruksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

John juga menyampaikan bahwa di LPKR keberlanjutan telah berkembang dari sekadar tanggung jawab korporasi menjadi sebuah kebutuhan ekonomi yang krusial. Seiring dengan meningkatnya tuntutan regulasi, dinamika geopolitik dan pasar yang penuh ketidakpastian, serta ekspektasi konsumen yang semakin tinggi, praktik keberlanjutan menjadi kunci untuk memastikan ketahanan bisnis perusahaan di masa depan.

Dengan berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan pembangunan yang bertanggung jawab, LPKR berupaya menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendorong efisiensi biaya dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Keberlanjutan bukan hanya menjadi prioritas strategis, akan tetapi juga merupakan elemen utama dalam mempertahankan keunggulan kompetitif perseroan di tengah kompleksitas lingkungan operasional dan lanskap sosial ekonomi yang terus berubah.

Tentang PT Lippo Karawaci Tbk

Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.

Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.395 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 83,99% dan 62,69%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.

Bagikan ke