LPKR TARGETKAN 1 JUTA PENERIMA MANFAAT PROGRAM SOSIAL PADA 2030
Jakarta, 19 Mei 2025 – PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerelawanan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bagi LPKR, dukungan terhadap masyarakat tidak hanya merupakan bentuk filantropi, melainkan juga strategi untuk membangun serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan para pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun 2024, LPKR secara aktif mendorong keterlibatan karyawan dalam berbagai kegiatan kerelawanan yang bernilai, sekaligus mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam menjangkau dan melibatkan masyarakat. Seluruh inisiatif ini dijalankan melalui program Lippo untuk Indonesia PASTI (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, Independen), yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam periode tersebut, LPKR telah melaksanakan sebanyak 1.049 kegiatan dan program pemberdayaan masyarakat di seluruh unit bisnisnya. Total anggaran yang dialokasikan untuk inisiatif ini mencapai lebih dari Rp 40 miliar, dengan cakupan manfaat yang menjangkau 122.842 individu di 43 kota di Indonesia.
Sebagai bagian dari agenda keberlanjutan 2030, LPKR menetapkan target untuk mendukung setidaknya 5.000 kegiatan masyarakat dan menjangkau 1 juta penerima manfaat melalui program Lippo untuk Indonesia PASTI pada tahun 2030.
John Riady, Group CEO Lippo Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi dari semangat kolaboratif dan progresif perusahaan dalam mendorong kemajuan pembangunan berkelanjutan Indonesia secara holistik. LPKR berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup para pemangku kepentingan dalam ekosistemnya, guna memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut, John menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar prioritas strategis, tetapi juga merupakan elemen kunci dalam menjaga keunggulan kompetitif perusahaan di tengah dinamika lingkungan operasional dan sosial ekonomi yang terus berkembang.
Tentang PT Lippo Karawaci Tbk
Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.
Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.395 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 83,99% dan 62,69%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.
Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.