Pasar Properti Tetap Tangguh, LPKR Bukukan Pra Penjualan Rp4,02 TRILIUN

24/11/25

Jakarta, 24 November 2025 – Meski menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika sosial, pasar properti di Indonesia memperlihatkan ketahanan yang solid dan sinyal positif di Kuartal III 2025. Hal ini terlihat dari data terbaru Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) Kuartal 3 tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pasar properti di berbagai kota.

Kendati terjadi stagnasi dan koreksi harga di beberapa kota karena tekanan daya beli, melemahnya sentimen konsumen, dan tantangan dinamika sosial, sebagian besar kota masih menunjukan pertumbuhan harga yang positif. Dayu Dara Permata, CEO Founder Pinhome mengungkapkan bahwa ketahanan pasar properti ini tidak lepas dari stimulus dan kebijakan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas. “Kebijakan seperti penurunan suku bunga dan insentif PPN menjadi penopang utama stabilitas pasar," katanya.

Dara juga mengatakan bahwa menjelang akhir tahun, tren konsolidasi pasar properti diperkirakan mulai bergeser ke arah yang lebih positif. Sentimen membaik dan injeksi likuiditas Rp200 triliun ke bank-bank BUMN menjadi dua faktor kunci yang mendorong pemulihan, khususnya di segmen rumah terjangkau dan menengah. “Kombinasi antara kepercayaan pasar dan pelonggaran likuiditas ini berpotensi mempercepat pertumbuhan permintaan, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis,” ungkapnya.

Di tengah situasi tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, berhasil membukukan pra penjualan Rp4,02 triliun hingga Kuartal III 2025. Angka tersebut setara 64% dari target tahunan perusahaan. Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70% dari total pra penjualan. Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.

Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun didukung oleh serah terima unit yang tepat waktu. Sedangkan, EBITDA yang mencapai Rp843 miliar merupakan hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, LPKR membukukan kinerja kuat. Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp368 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp6,51 triliun dan EBITDA sebesar Rp997 miliar. LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang solid sebesar Rp2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali.

“Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujar John Riady, CEO Grup Lippo Indonesia. “Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.

Tentang PT Lippo Karawaci Tbk

Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.

Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.337 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 90,65% dan 57,76%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.

Bagikan ke