Pendapatan FY21 LPKR Meningkat 38% YoY Menjadi Rp16.53 triliun, Menghasilkan Pertumbuhan EBITDA Sebesar 94% yang Didukung oleh Peningkatan Operasi Bisnis di Segmen Rumah Sakit
Pendapatan sebesar Rp16.53 triliun menunjukkan peningkatan 38% YoY dari Rp11.97 triliun, didukung oleh peningkatan pendapatan pengembangan sebesar 36% YoY menjadi Rp4.4 triliun dan kini menyumbang 27% dari total pendapatan.
Siloam Hospitals terus melaporkan kinerja yang kuat meskipun hampir tidak ada pendapatan dari penanganan Covid-19 di Kuartal IV/2022. Pendapatan FY21 meningkat 32% YoY menjadi Rp9.38 triliun dengan margin EBITDA meningkat 33 basis poin menjadi 20.9%.
Pendapatan pra penjualan Lippo Karawaci di FY21 bertumbuh 86% YoY menjadi Rp4.96 triliun, 18% di atas target yang telah direvisi naik sejumlah Rp4.2 triliun. Kuatnya kinerja pra penjualan didukung oleh peluncuran proyek rumah tapak dengan harga terjangkau. Sampai akhir tahun 2021, persentase serah terima klaster rumah tapak yang diluncurkan tahun 2020 di Waterfront Estates dan Cendana Homes masing-masing mencapai 98% dan 90%.
EBITDA terkonsolidasi di FY21 meningkat sebesar 94% YoY menjadi Rp3.68 triliun, dari Rp1.91 triliun di FY20, didorong oleh perputaran operasional di bisnis real estat perusahaan induk dan kekuatan bisnis Siloam Hospitals yang terus berlanjut.
Jakarta – PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR” atau “Perusahaan”), perusahaan real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, mengumumkan hasil FY21 hari ini. Pendapatan Perusahaan dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 38% menjadi Rp16.53 triliun dengan EBITDA meningkat 94% menjadi Rp3.69 triliun. Rugi bersih Perusahaan berkurang signifikan sebesar Rp7.3 triliun menjadi Rp1.6 triliun dibandingkan dengan Rp8.9 triliun di FY20. Menyesuaikan dampak dari transaksi LMIRT, pendapatan akan meningkat sebesar 28.1% menjadi Rp15.33 triliun dan EBITDA sebesar 64.2% menjadi Rp3.13 triliun.
Di tengah pandemi Covid-19, pendapatan dari Pengembangan Real Estat bertumbuh 36% menjadi Rp4.41 triliun dari Rp3.25 triliun seiring dengan perputaran kuat dari bisnis inti Perusahaan. Pendapatan tersebut ditopang oleh proyek-proyek rumah tapak yang sudah selesai, seperti Waterfront Estates, Cikarang dan Cendana Homes, Lippo Village, juga serah terima unit apartemen di Holland Village, Jakarta, Embarcadero, Bintaro, Hillcrest dan Fairview Towers, Lippo Village, serta Orange County, Cikarang – mewakili 66% dari pendapatan properti. Selain itu, bisnis properti kian menguat dilihat dari kinerja pra penjualan yang terus melampaui target Perusahaan. Angka pra penjualan tahun 2021 mencapai Rp4.96 triliun, meningkat 86% YoY dan 18% di atas target yang telah direvisi naik sebesar Rp4.2 triliun. Manajemen Perusahaan memperkirakan momentum penjualan ini akan tetap kuat di tahun 2022 dengan perkiraan kinerja pra penjualan mencapai Rp5.2 triliun atau tumbuh 5% YoY dari angka FY21.
Kuatnya Hasil Siloam Meski Dampak Covid-19 Menurun
Kinerja Siloam Hospitals tetap tangguh dengan peningkatan EBITDA sebesar 34.2% ke rekor tertinggi Rp1,96 triliun di FY21 dibandingkan dengan Rp1.46 triliun di FY20. Pendapatan FY21 Siloam mencapai Rp9.38 triliun, naik dari Rp7.11 triliun di tahun sebelumnya. Hal ini memberikan dukungan terhadap Laba Bersih Setelah Pajak yang meningkat sebesar 481% menjadi Rp674 triliun dari Rp116 triliun di FY20.

Sepanjang FY21, SILO telah mengadakan lebih dari 730 ribu tes PCR dan lebih dari 1.85 juta tes rapid, serta serologi. Sejalan dengan penurunan kasus baru Covid-19 di penjuru Indonesia menjelang akhir tahun 2021, kontribusi pendapatan Siloam dari pengobatan Covid-19 berada di bawah angka 1% pada Kuartal IV/2021, terendah sejak awal pandemi. Tanpa perawatan Covid-19, 9 rumah sakit non-Covid melaporkan EBITDA positif. Siloam akan terus membuka sekitar 1-2 rumah sakit baru setiap tahun.
Secara keseluruhan, pendapatan bisnis kesehatan dan layanan lainnya meningkat 40% di FY21 menjadi Rp12.09 triliun dari angka Rp8.63 triliun. Penurunan kasus Covid-19 di Kuartal IV/2021 membawa dampak positif bagi mal, hotel, parkir, dan bisnis Perusahaan lainnya. Berdasarkan data bulanan dari Desember 2021, aktivitas pengunjung mal pulih ke 60% dari tingkat pra pandemi setelah mencapai 48% di bulan Juni 2021. Sementara itu, hotel milik Perusahaan juga mencapai tingkat okupansi tertinggi sejak awal pandemi. Pendapatan Pilar 2 juga termasuk 10 bulan konsolidasi LMIRT sebesar Rp1.2 triliun, normalisasi angka dan pendapatan segmen ini melaporkan pertumbuhan sebesar 26.2% YoY.

Pendapatan LPCK Didukung oleh Serah Terima Waterfront Estates
Lippo Cikarang melaporkan pertumbuhan pendapatan datar sebesar Rp1.85 triliun di FY21 dibandingkan Rp1.84 triliun di FY20. Pendapatan yang dibukukan di FY21 didukung oleh serah terima unit dari 2 klaster rumah tapak Waterfront Estates, sedangkan pendapatan yang dibukukan di FY20 mencakup serah terima unit apartemen di Orange County. Per Desember 2021, sebanyak masing-masing 92% dan 98% unit Orange County dan Waterfront Estates telah diserahterimakan. Lippo Cikarang melaporkan kinerja pra penjualan FY21 sebesar Rp1.23 triliun – menunjukkan peningkatan sebesar 20% YoY dan berkontribusi 25% terhadap total pra penjualan FY21 yang turut didukung oleh klaster industri dan perumahan dengan harga terjangkau.
Laba Kotor Konsolidasi meningkat 54% YoY menjadi Rp7,11 triliun di FY21
LPKR membukukan laba kotor senilai Rp7.11 triliun di FY21 dibandingkan dengan Rp4.62 triliun di FY20. Segmen Pengembangan Real Estat melaporkan peningkatan Laba Kotor sebesar 92.2% YoY menjadi Rp1.62 triliun di FY21 dari angka sebelumnya sebesar Rp822 miliar di FY20. Peningkatan laba kotor terbesar berasal dari konsolidasi bisnis LMIRT selama 10 bulan pada tahun 2021. Di luar dampak konsolidasi, segmen Pengembangan Real Estat mencatat peningkatan laba kotor tertinggi didukung oleh proyek residensil dengan margin lebih tinggi yang menunjukkan peningkatan 4 kali lipat menjadi Rp779 miliar laba kotor. Sementara itu, mal dan pengelolaan dana di Pilar 2 dan Pilar 3 mencatat pemulihan sebesar 77.2% YoY seiring dengan angka vaksinasi yang terus meningkat.


EBITDA Konsolidasi FY21 Naik 93.5% Menjadi Rp3.69 triliun
LPKR membukukan peningkatan EBITDA FY21 sebesar 93.5% menjadi Rp3.69 triliun dari Rp1.91 triliun di FY20. Siloam Hospitals juga mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 34.2% YoY menjadi Rp1.96 triliun, didorong oleh EBITDA lebih tinggi di Siloam Mampang dan Kelapa Dua yang digunakan sebagai rumah sakit penanganan Covid-19. Setelah normalisasi EBITDA sebesar Rp561 miliar yang disumbangkan oleh LMIRT, pertumbuhan EBITDA inti Perusahaan sebesar 64.2% di seluruh bisnis Perusahaan. Setelah penyesuaian ini, angka Rp2.8 triliun di segmen Lain-lain (Manajemen dan Layanan Real Estat) disesuaikan menjadi Rp2.24 triliun, meningkat 20.3% YoY dari Rp1.86 triliun di FY20. EBITDA yang lebih tinggi dalam bisnis Pengembangan Real Estat dipimpin oleh serah terima proyek yang telah selesai di Lippo Village (proyek rumah tapak Cendana), Holland Village, serta Embarcadero.

Margin EBITDA terkonsolidasi juga meningkat 22% di FY21 dari 16% di FY20. Penggerak terbesar kekuatan margin EBITDA adalah bisnis perawatan dan tes Covid-19 di segmen kesehatan Perusahaan. Berdasarkan laporan, rugi bersih setelah pajak Perusahaan senilai Rp1.6 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan dari sebelumnya rugi bersih setelah pajak senilai Rp8.9 triliun pada FY20.
Peristiwa Terkini
LPKR telah meluncurkan lanjutan proyek rumah tapak, Cendana Cove pada Februari 2022 di Lippo Village. Minat produk dalam segmen ini tetap kuat, dibuktikan oleh terjualnya seluruh 252 unit rumah hanya dalam beberapa jam dengan total Rp263.4 miliar.
Pada awal Desember 2021, LPKR menjual sekitar 11% kepemilikannya di LMIRT ke Tokyo Century Corporation dengan total pertimbangan pembelian sebesar SGD67 juta yang berimbas pada penurunan kepemilikan LPKR di LMIRT menjadi 47% dari sebelumnya 58%. Langkah ini turut memperkuat fokus Perusahaan pada sektor real estat dan layanan kesehatan.
Pada Maret 2022, Lippo Karawaci telah meluncurkan produk dengan harga yang lebih tinggi di bawah merek Brava. Perusahaan berhasil menjual 12 unit dengan total Rp49.3 miliar pada tanggal peluncuran.
John Riady, CEO Lippo Karawaci menyatakan, “Pada tahun 2021, bisnis properti kami terus menguat didukung oleh peningkatan pra penjualan sebesar 86% YoY menjadi Rp4.96 triliun. Bisnis rumah sakit kami juga melaporkan rekor terbaik hasilnya, serta kami juga melihat peningkatan di mal, hotel, dan bisnis kami lainnya pada akhir tahun 2021. Saat ini, kami berada di posisi yang baik untuk mengembangkan hasil 2021 kami dalam melangkah menuju tahun 2022.” John melanjutkan, “Indonesia kini bergerak dengan cepat untuk kembali membuka pintunya dan kembali ke normal, hal ini merupakan sambutan baik yang kami yakini akan membuahkan peningkatan yang lebih baik di seluruh lini bisnis kami.”

Tentang Lippo Karawaci (“LPKR”) (www.lippokarawaci.co.id)
Tercatat di Bursa Efek Indonesia, Lippo Karawaci ("LPKR") adalah perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset USD 3,6 miliar per 31 Desember 2021. Bisnis inti Perusahaan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.
Hadir di 40 kota, Perusahaan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.332 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, di mana LPKR saat ini masing-masing memiliki saham 84,0% dan 62,7%, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar. Selain itu, LPKR juga memiliki 55,4% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 40 rumah sakit di 29 kota di seluruh Indonesia.
LPKR memiliki 47% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, yaitu REIT yang tercatat di bursa efek Singapura dengan SGD1,81 miliar asset yang dikelola per 31 Desember 2021.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Investor Relations:
Vilhelmina Kwee
Investor Relations
Vilhelmina@lippokarawaci.co.id
Office: +622125669000
Corporate Communications:
Nuke Prabandari
Head of Corporate Communication
Nuke.Prabandari@lippokarawaci.co.id
Office: +622125569000