Tangerang Jadi Episentrum Pasar Rumah Tapak 2025, LPKR Perkuat Kehadiran Lewat Park Serpong
Jakarta, 3 November 2025 - Director Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo menuturkan pasar perumahan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Karawang menunjukkan kinerja solid pada semester pertama 2025.
Dari total 6.429 unit rumah baru yang diluncurkan, Tangerang kembali mengukuhkan posisinya sebagai "raja" pasokan rumah tapak, menyumbang lebih dari separuh total pasokan dengan angka 52 persen.
Arief juga menyebut meski segmen menengah bawah (Rp700 juta - Rp1 miliar) masih mendominasi dengan 27 persen dari total pasokan, ada tren menarik pada semester ini, yaitu pasokan hunian kini lebih merata di semua segmen, yang mencerminkan keyakinan pengembang terhadap pasar. Segmen menengah dengan rentang harga Rp1 miliar - Rp1,7 miliar kini menyumbang 23 persen, menengah atas 22 persen, dan segmen atas sebesar 20 persen.
Arief menambahkan kendati peluncuran rumah terjangkau lebih banyak, segmen menengah rentang Rp1 miliar - Rp1,7 miliar justru paling diminati, menyumbang 53,3 persen dari total transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli kini semakin berani untuk naik kelas, mencari hunian yang lebih berkualitas.
Dalam hal serapan, Tangerang menempati posisi teratas dengan serapan rata-rata 19,5 unit per kawasan per bulan. Angka ini jauh di atas Bogor-Depok yang mencatat 9,3 unit per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya pasokan yang banyak, tapi permintaan di Tangerang juga sangat tinggi.
Mengantisipasi momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang.
Meski pasar properti masih diwarnai tantangan makroekonomi dan daya beli masyarakat yang fluktuatif, LPKR tetap mencatatkan pra penjualan Rp2,47 triliun sepanjang paruh pertama 2025. Angka tersebut setara 40% dari target tahunan perusahaan.
Kinerja ini juga tidak lepas dari permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, termasuk di Park Serpong, yang menyumbang 67% dari total pra penjualan. Hal ini tentu saja merefleksikan minat yang kuat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir.
CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan bahwa hasil pra penjualan maupun kinerja keuangan untuk semester pertama tahun 2025, didukung oleh serah terima tepat waktu berbagai produk di berbagai wilayah. John juga menambahkan strategi perumahan terjangkau, yang dilengkapi dengan penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat.
Dengan pencapaian yang kuat di semester pertama, manajemen LPKR optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan. Fokus perusahaan tetap pada menghadirkan hunian berkualitas, terjangkau, sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Tentang PT Lippo Karawaci Tbk
Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.
Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.362 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 90,65% dan 62,69%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.
Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.