Transformasi Mal: Strategi LPKR Gaet Pengunjung dan Dongkrak Kinerja

25/08/25

Jakarta, 25 Agustus 2025 – Meski tren belanja daring kian meningkat, mal tetap menjadi “magnet” bagi masyarakat perkotaan. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja, mal kini menjadi destinasi gaya hidup, hiburan, dan kuliner yang tak tergantikan

Laporan terbaru Cushman & Wakefield Indonesia menunjukkan, banyak mal di Jabodetabek yang tak sekadar menambah pasokan ruang ritel, tetapi juga gencar melakukan renovasi dan menyegarkan konsep agar selaras dengan selera pengunjung masa kini.

Menurut Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, pasokan ritel di Jabodetabek diproyeksikan terus bertumbuh hingga akhir tahun, dengan hadirnya proyek-proyek seperti Lippo Mall East Side, Summarecon Mall Bekasi Tahap 2, dan perluasan Grand Metropolitan Mall Bekasi.

Di kuartal kedua 2025, Jakarta telah menambah 5.000 meter persegi ruang ritel baru seiring beroperasinya Antasari Place. Kini, total pasokan kumulatif di ibu kota mencapai 4,8 juta meter persegi. Wilayah penyangga seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi juga ikut bergerak, dengan tambahan 96.900 meter persegi dari tiga mal baru yang langsung menyedot perhatian.

Tak hanya membangun baru, sejumlah mal lama juga bertransformasi. Lippo Mall Nusantara (sebelumnya Plaza Semanggi) dan Epiwalk Mall Kuningan menjadi contoh sukses bagaimana renovasi dan pembaruan konsep mampu menghidupkan kembali daya tarik pusat perbelanjaan.

Bagi PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), perubahan ini bukan hal mengejutkan. Sejak lama, melalui PT Lippo Malls Indonesia, LPKR telah membaca arah pergeseran perilaku konsumen. Mengandalkan consumer insights, LPKR memprioritaskan penyewa yang menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari hiburan, rekreasi, hingga kuliner, yang memberi nilai tambah di luar sekedar berbelanja daring.

CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan bahwa variasi kuliner menjadi salah satu elemen penting dalam transformasi pusat perbelanjaan. Untuk itu, LPKR menghadirkan kafe trendi, tempat makan santai, hingga klaster F&B premium. Tujuannya, meningkatkan jumlah dan lama kunjungan, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung. Strategi ini juga dibarengi dengan pengurangan ketergantungan pada hipermarket/supermarket dan peningkatan area hiburan untuk meraih segmen pelanggan lebih luas.

Dampaknya terasa di kinerja keuangan. Pada paruh pertama tahun ini, LPKR mencatat pendapatan Rp4,12 triliun, EBITDA Rp627 miliar, dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp138 miliar.

Pada segmen properti, LPKR membukukan pra penjualan sebesar Rp2,47 triliun pada Semester I/2025, atau 40% dari target tahun ini. Kinerja ini didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, yang menyumbang 67% dari total pra penjualan, yang merefleksikan minat yang kuat dari pembeli rumah pertama dan pengguna akhir. Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran tahap 4 Park Serpong dan pengenalan produk premium baru, yaitu Belmont Homes dan Bentley Homes.

Adapun segmen gaya hidup LPKR membukukan kinerja solid pada Semester I 2025 dengan pendapatan stabil sebesar Rp659 miliar. Laba kotor naik 13% menjadi Rp493 miliar, sementara EBITDA tumbuh 41% YoY menjadi Rp213 miliar, didukung oleh peningkatan sewa, pemulihan operasional yang berkelanjutan, dan optimalisasi biaya.

Sementara itu, secara operasional, tarif rata-rata kamar hotel naik 5% YoY menjadi Rp636 ribu, dan kunjungan ke mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan momentum pemulihan ritel yang terus berlanjut.

Tentang PT Lippo Karawaci Tbk

Tercatat di Bursa Efek Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”) adalah platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, dengan kehadiran di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan total aset sebesar Rp53.7 triliun per 31 Desember 2024. Bisnis inti Perseroan meliputi pengembangan real estat, pengelolaan kawasan, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan gaya hidup, dan perhotelan.

Sebagai pengembang real estat dan operator kawasan terkemuka dengan 1.362 ha lahan yang siap dikembangkan, LPKR mengembangkan dan mengelola pengembangan perkotaan terutama di Jawa dan Sulawesi, termasuk kawasan unggulan Lippo Village di Tangerang. Melalui dua anak perusahaan LPKR yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, yang masing-masing sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 90,65% dan 62,69%, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan Lippo Cikarang di Bekasi dan Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR memiliki 29,09% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 41 rumah sakit dan 73 klinik di 23 provinsi di seluruh Indonesia. Selain layanan kesehatan, Perseroan mengelola 59 mal di seluruh Indonesia, dan memegang 47,29% saham di Lippo Malls Indonesia Retail Trust, REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sebesar SGD 1,6 miliar per 31 Desember 2024. Perseroan juga mengoperasikan 10 hotel dengan merek Aryaduta, serta country club dan lapangan golf.

Bagikan ke